Lemah sebelum kuat, Negatif sebelum positif

Aku penakut,,,
Aku lemah,,,
Aku selalu berfikir negatif,,,

Ya, itu semua adalah kelemahanku yang semakin nampak saat ini. Semakin hari aku menjalani karya ini, semakin aku berfikir bagaimana jika,,, apa yang seharusnya dilakukan bila,,,,
begitu banyak pertanya jika, bila, dan seandainya yang timbul hingga membuatku pusing sendiri. Membuatku tak bisa berfikir, membuat otak ini lelah.

Hari ini, adalah H-3 dan karya itu belum di tangan sang penguji. Bagaimana aku tidak panik.. Bagaimana aku tidak bingung,,

Mulanya aku ingin menyelesaikan segalanya hari Selasa, tapi apa daya Pembimbing tidak di tempat, karya tak dapat dikumpulkan tanpa tanda tangannya. Rabu, beliau masih tidak di tempat. Ku pikir Kamis akan selesai, ternyata beliau tak juga datang. Ada saudara yang jiwanya telah di panggil Sang Pemilik alam semesta.

Hari ini, aku baru mendapatkan goresan beliau, jam 13.30 dan penguji sudah tidak ada. Kalut,,, Bingung,, aku berusaha menghubungi penguji,, Pesan singkat di HP tak satupun di balas, telfon tak ada yang mengangkat. Aku bingung, pikiranku kacau.

Mengapa?? Kenapa?? Padahal ku pikir hari ini segalanya selesai dan aku bisa berkonsentrasi untuk hari itu. Pikiranku kalut, aku tidak mampu berfikir jernih.

Mengapa smsku tak kunjung di balas?
Apakah beliau marah padaku?
Apakah aku salah karena berusaha menghubunginya??
Kenapa tak kunjung di balas??

Seorang kawan berkata, “Padahal bukan persidangan, tapi rintanganmu banyak, ya..”
Satu kalimat itu, sungguh,,, mengetuk keras relung hatiku. Ah, ya… ini rintanganku. Kenapa??

Ada seorang pendidik bertanya kepada kawan yang lain, “Loh, dia baru maw maju?? ku pikir dia sering nampak di sekitar kita.”
Ah, ya,,, apakah aku begitu lamban selamban siput hingga baru maju esok suatu hal yang mengherankan? Di mana salahku kalau aku terlalu lamban??

Bagaimana ini.. karya ini belum juga ku serahkan. Seorang kawan menyumbangkan ide, “Datangi saja tempat dia bekerja malam ini. Aku juga ingin ke tempat beliau”
Ide bagus, pikirku,,, Malam ini dan sebelumnya aku akan mengirim pesan singkat sekali lagi. Jika mendapat kabar darinya Alhamdulillah, jika tidak, biarlah aku ke sana.

18.30
Berdua mengarungi kota Jogja mencari tempat kerja penguji,, berputar-putar di satu daerah itu hingga nyaris 2 jam. Bertanya kepada tukang parkir, penjaga optik, penjaga klinik bersalin, penjual CD, hingga tukang sate.  Putri tukang sate itu asisten penguji dan ternyata Beliau tidak di Jogja dan tempat prakteknya pindah. Oh,, rasanya kepalaku pusing,, Kenapa begini??

Kawanku berkata, “Coba tanya rumahnya. Ayo jangan menyerah. Ntar kamu jadi kuat”
Ah,, sekali lagi perkataan seorang kawan menyadarkanku. Mungkin ini pelajaran lain untukku yang lemah.

Karena aku lebih lemah dibanding yang lain maka rintanganku berbeda dari yang lain untuk menjadikanku lebih kuat.

Dari putri tukang sate aku mendapat nomor seseorang, ku tanya dan akhirnya ku dapat daerah rumah penguji. Dekat kampus, ku dapat sms dari penguji, dia mengirim alamt rumahnya. Alhamdulillah,,, Engkau masih menopangku yang lemah. Sedikit lega rasanya… Sedikit,, ya, Sedikit. Pikiranku masih kalut. AKu merepotkan banyak orang. Mengirim pesan singkat ke banyak orang. Bagaimana jika beliau marah karena merasa di repotkan??

Aku ingin menangis, rasanya,, aku pusing,, aku bimbang,, bagaimana ini??
Kawanku melihat raut wajahku yang tak kunjung cerah, dia lalu berkata,

“Sudah,, buat apa kamu berpikir negatif terus. Itu hanya membuatmu semakin pusing. Semakin lelah. CObalah berfikir positif. Lagipula itu bukan inti untuk hari itu. Siapkan saja dirimu. Itu yang terpenting. Apa yang terjadi besok hadapi saja. Sekarang persiapkan dirimu”

Ah… Lagi-lagi aku diselamatkan lewat kata-kata. Aku terlalu sering berpikir, memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan. Bukankah aku pernah mengingatkan diriku tentang waktu..

Tak ada guna menyesali dan menangisi masa lalu atau berandai-andai. Percuma mencoba mengintip masa depan. Waktu yang kita punya adalah “SEKARANG” bukan “DULU” ataupun ‘BESOK” apa yang terjadi esok dan dulu biarkanlah. tapi Berusaha yang terbaik saat ini itulah yang terpenting. Karena waktu tak pernah menuruti kita. dia… selalu berjalan maju.

Aku diingatkan lagi tentang itu,,, Yang ku punyai hanyalah SEKARANG..

Dari kata-kata, dari kejadian, aku belajar. Semoga aku tak lupa pelajaran ini dan menjadikanku lebih kuat dan selalu berfikir positif.

Terima kasih Allah, terima kasih kawan-kawan…






Advertisement

4 responses to this post.

  1. ngebaca tulisan ini jadi ikut ngerasain ketegangan… deg.. deg.. deg..

    Reply

    • Posted by pauwpauw on July 17, 2010 at 8:51 pm

      Iya,,
      sekarang sedang tegang-tegangnya,,
      tapi semoga ketegangannya dapat hilang dan berbuah manis,,

      Makasih ya, sudah mampir,,
      ^^

      Reply

  2. hehe, kok sama put..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.